Pengaruh massage yang paling penting adalah reflek yang merangsang sirkulasi dan metabolisme, setresi hormonal, dan reaksi neorovegatalive.
Dengan ini memastikan fungsi proteksinya terhadap gerakan, pembuluh dan hormonal, merangsang fungsi regenarasi sel-sel konjunktiva, mempengaruhi kelancaran proses penyembuhan beserta pembentukan cicatrik, melawan retakan-retakan atau benjolan-benjolan yang kedang-kadang terbentuk dalam jaringan dan mengaktifkan resorbsi infiltrateatau penumpukan petologis.
Pengaruh massage tidak terbatas pada aksi mekanis berupa macam-macam prosedur rangsangan terhadap jaringan lemak tubuh. Telah dijelaskan bahwa massage tidak terdiri hanya dari sebuah aksi mekanis eksternal, dimana organism tetap pasif tanpa suatu jawaban. Apapun prosedur massage, ditentukan dalam organism reaksi faal, sebagian alarn, dan fungsi jaringan yang dimassage, tetapi sebagian lain lagi bentuk, intensitas, dan lamanya prosedur yang diberikan.
Reaksi dari organism ini pada aksi manipulasi massagedihasilkan dengan perantaraan system saraf. Aksi mekanis merangsang alat exteroceptorcutanat dan subcutanal dan alat propioceptor muacularis, tendinaus, atau articularis yang menyampaikasn rangasangan itu ke pusat saraf dan kemudian ke saluran reflex,